David terdiam seribu bahasa, pertanyaan Arabella membuat David teringat akan patah hati terdalamnya karena harus menyambut kehadiran sekaligus kepergian putranya dengan penuh duka. Saat itu, David memiliki 2 pilihan sulit karena hanya satu yang akan selamat antara Arabella dan bayinya dan David lebih memilih keselamatan Arabella. Sendirian menunggu di kursi dingin membeku di depan ruang operasi. Duduk di antara tumpukan doa harapan dan segudang kecemasan menanti selama ratusan menit berlalu hingga akhirnya dokter keluar membawa kabar bahagia sekaligus kabar duka yang menyertainya. "Syukurlah operasi berjalan lancar meski sangat rumit dan cukup beresiko, resiko terberat adalah kehilangan keduanya. Syukurlah sesuai permintaan Bapak, Si Ibu selamat dari masa kritisnya. Namun Bapak harus b

