'Bella, aku ingin sekali bertemu denganmu sepulangku kerja di kafe tenda biru. Bukan antar bos dan karyawan, ataupun CEO dan pemilik saham. Aku hanya ingin berbicara dengan Arabella, temanku.' Pesan singkat yang Erick kirim tadi siang. Erick kembali membaca pesan singkat yang ia kirim tadi siang kepada Arabella. Rasanya sudah sangat lama tak pernah berbicara sesantai itu lewat tatap muka atau sekedar jaringan sosial. Ia tahu jika Arabella bukanlah orang yang ia kenal dulu. Namun ia tetap menunggu Arabella meski tak ada yang menjamin kedatangannya. Erick duduk menepi di sebuah kafe sederhana bertuliskan 'Tenda Biru'. Kafe yang sering ia kunjungi bersama Arabella dan Mitha 5 tahun yang lalu ketika kehidupan Arabella masih kacau. Hanya dengan sebuah tekad dan luka yang bercampur dengan den

