KERAMAIAN

1676 Kata

Edwin tersenyum receh saat mengingat kembali apa yang terjadi dengannya dan Erick kala itu. Pukul menunjukkan angka 2 siang hari dan ini jamnya untuk mengecek restauran. Sedari tadi ia berdiri mematung sambil menatap restoran dari jarak yang cukup jauh akhirnya ia melangkah menuju Restoran itu. Tak seperti saat pertama kali bekerja, kali ini Edwin bisa dengan percaya diri bekerja tanpa mengenakan masker karena para karyawan sudah bisa menjaga pandangan dan tingkahlakunya karena mereka takut di pecat oleh Arabella. Restoran terlihat lebih ramai dari biasanya. Para pelayan berlarian sibuk melayani pelanggan dan para asisten koki sibuk memasak apa yang telah di instruksikan oleh Erick. Melihat hal itu menumbuhkan rasa simpati Edwin kepada tempat ia bekerja saat ini sehingga tanpa ia sadari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN