PJM 7 Malam semakin larut, keadaan di luar Villa semakin sepi. Hanya ada Edwin yang terdiam di bawah pohon kelapa. Tak lama ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Edwin berjalan santai melewati ruangan demi ruangan agar sampai di kamarnya yang di huni oleh 5 orang. Cklek! Edwin membuka pintu dengan lemas, saat itu juga ia melihat Arabella sedang memutar obat tidur yang diberikan oleh Erick. Emosi Edwin semakin meradang kala melihat 5 butir obat tidur yang hendak di minum oleh Arabella. Hal itu membuat pikiran Edwin kalang kabut karena rasa khawatir dan dengan sangat cepat ia berlari dan menangkis obat itu sebelum sampai di mulut Arabella. Obat beserta botolnya yang masih penuh itu jatuh berserakan di lantai. Suasana terasa hening dingin mencekam, semua pandangan tertuju pada sikap E

