Bulir-bulir bening jatuh di pipi Diva. Angkasa menghapusnya."Gue cinta sama lo lebih dari yang lo tau Div." ucap Angkasa lirih, ia menghapus air mata Diva. Diva terdiam, menatap Angkasa. "Nggak usah di paksa, kalau lo emang beneran nggak ada rasa sama gue." balas Diva, perempuan itu memberanikan diri untuk menatap kearahnya. Angkasa menyelipkan anak rambut Diva. "Gue serius, gue beneran cinta sama lo." ucap Angkasa, lalu mendekap tubuh Diva. Diva membalas pelukan Angkasa. Sementara Angkasa, Lelaki itu mencium puncak kepala Diva lembut. "Cie, udah baikan." goda dua orang perempuan berseragam putih-biru. "Kak Diva, kita minta maaf ya soal yang tadi." ucap perempuan yang beberapa menit lalu membuat tensi darah Diva naik. "Iya nggak pa-pa kok, gue juga minta maaf udah salah sangka sama lo

