Diva mengaduk aduk Mie Ayamnya dengan pandangan menuju kedua anak manusia, berbeda jenis kelamin itu. Ia memutar garpunya dan menekan nekan mie ayam di depannya. Seakan meluapkan emosi yang sedari tadi terkubur kepada Mie ayam yang tidak bersalah itu. "Diva, mie ayam diva sayang tau. Mending sini Sintia makan." ucap Sintia dengan mulut yang masih mengunyah syomay. Diva menatap tajam kearah Sintia. Putri pun, merangkul bahu Sintia. "Nggak usah di dengerin Div, Sintia emang celamitan." bela Putri tersenyum. "Ihh Sintia, kan bener. Dari pada mie ayam Diva mubazir mending di kasih ke orang yang membutuh kan. Contohnya kayak Sintia." ucap Sintia tersenyum lebar. Tangan Putri yang sedang di bahu Sintia pun mendekat kan tubuh Sintia keaarah Putri. "Gila lo! Udah gue selamatin masih aja, oon.

