Hari ini tepat hari ke tujuh Sam di kota ini. Belum banyak yang Sam ketahui, yang pasti Sam mencoba beradaptasi dengan lingkungan barunya. Saat ini Sam sedang duduk di balkon kamarnya. Kebetulan rumah yang ia tinggali sekarang, dulunya rumah saudara Ibunya. Jadi, Sam tidak perlu repot mencari tempat tinggal. Angin sore berembus pelan menerpa wajah Sam. Cahaya matahari yang hampir tenggelam menyilaukan mata cowok tampan itu. Saat menatap langit yang mulai kemerahan, sudut hati Sam menghangat. Ternyata dia belum bisa dan mungkin tidak akan bisa melupakan sosok Ina. Padahal, gadis tersebut mencintai lelaki lain. Ironisnya Sam hanya berperan sebagai teman yang baik bagi Ina, tidak lebih. Ah, cinta terkadang memang menyakitkan. Sam sadar, bukan hanya ia yang merasakan hal ini, di lain tempa

