Kesempatan Kedua

1862 Kata

Alex segera turun dari atas tubuhku. Tak terhitung berapa banyak ia membuat aku kaget hari ini. Tingkahnya benar-benar beda. "Dulu kamu suka kalau aku pijit kayak gini. Kamu bilang pijatan aku enak, bikin ngantuk, " ucapnya tanpa menatapku. Alex memangku kedua kakiku. Entah kenapa aku merasa iba melihatnya. "Aku gak ingat." Alex tersenyum tanpa menaikkan tatapan. Jelas ia tidak mendengar ucapanku. Matanya fokus pada jari-jari kaki yang sedang dipijit. Cowok kalau ada maunya baik banget. Aku segera duduk, menarik kakiku dari pangkuannya. Aku tidak suka ia melakukan itu. Alex seakan merendahkan dirinya untuk diriku. "Jangan lakukan itu kalau kamu terpaksa. Aku tidak suka," ujarku. Alex menggeleng. "Aku mulai suka melakukannya untukmu. Seseorang bisa berubah, begitu juga diriku. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN