Chapter 43

2006 Kata

"Sudah, jangan dipikirin lagi." Qiandra mengusap lembut puncak kepala Diandra. Qiandra mencoba menenangkan Diandra yang menangis sejak beberapa jam lalu. Penyebabnya Qiandra rasa tidak terlalu logis karena itu hanya mimpi semata. Tetapi, bagi Diandra ktu serasa nyata. Maka dari itu, wanita itu tidak berhenti menangis. "Aku... aku nggak bisa, Qi." Diandra terus terisak. Pagi-pagi sekali Qiandra sudah dikejutkan oleh kedatangan Diandra yang tak mengabarinya sama sekali kalau wanita itu akan datang. Tetapi, yang lebih mengejutkan adalah Diandra yang langsung memeluknya erat dan menangis. Sebelumnya, Qiandra tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dugaannya adalah Diandra yang berselisih paham dengan Rajendra. Tetapi, penyebabnya ternyata mimpinya sendiri. Dengan terbata-bata, Diandra men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN