"Semenjak menikah, kamu jadi rajin bangun pagi, ya? Ibu sempat khawatir, lho. Takut kamu kayak di rumah. Dibangunin sarapan aja susah." Diandra tertawa mendengar apa yang ibunya katakan. Ya, dulu saat masih lajang, ia lebih bebas karena merasa tidak punya tanggung jawab lain selain butiknya. Ia sudah cukup lelah di luar rumah. Jadi, ia benar-benar mengandalkan ibunya untuk membangunkannya setiap hari. "Ini ya tugas ibu rumah tangga. Biarpun di luar sibuk, ada tanggung jawab juga di rumah." Ucapan sang ibu kali ini membuat aktivitas Diandra terhenti sejenak. Ia bahkan sudah tidak merasa kalau ia sudah berumah tangga sekarang. "Kenapa, Di?" tanya sang ibu. "Nggak, kok." jawab Diandra sambil kembali mengoleskan selai kacang ke atas roti bakar. "Kamu ada masalah ya, Di?" Diandra menggel

