Chapter 41

1476 Kata

Diandra benar-benar terkejut dengan suara benturan yang cukup keras yang ternyata berasal dari lajur yang berseberangan dengannya. Dua mobil yang bertabrakan dan membuat keduanya hancur parah. Detak jantungnya begitu cepat. Keringat mengucur dengan derasnya. Bahkan, rasa mual tak tertahan juga dirasakannya. Akhirnya, ia memilih menepi dan menelepon Qiandra untuk meminta bantuan. "Hallo, Di..." "Qi... tolong," isaknya. Suara lirih Diandra jelas membuat Qiandra khawatir dan langsung menanyakan keberadaan wanita itu. Ia segera bergegas setelah mengetahui lokasi Diandra. Ia tidak ingin membuat Diandra menunggu terlalu lama. Setelah beberapa saat, Qiandra begitu panik karena melihat Diandra yang menelungkupkan wajahnya di atas kemudi sambil terisak. Ia tahu, penyebab Diandra seperti ini ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN