"Diandra jawab aku!" Diandra sempat tersentak dengan nada bicara Rajendra yang meninggi dan tiba-tiba. Tetapi, ia berusaha untuk tidak gentar sama sekali. "Kenapa nggak sekalian lo teriak begini di jalan? Biar orang-orang tau." "Okay, sorry." Rajendra memejamkan matanya dan membuang napasnya kasar. Mereka sempat terdiam satu sama lain sampai Diandra membuka pintu rumah dan berjalan cepat. Namun, langkah selanjutnya tertahan karena Rajendra mencekal lengannya cukup kuat. "Aw... Jendra, lepasin tangan gue!" Diandra meringis karena merasa pergelangan tangannya dicekal terlalu erat. "Jawab aku, Diandra. Siapa?" "Apa urusannya sama lo?!" Diandra berteriak lantang. "Aku ini suami kamu, Di. Sekalipun aku punya kekurangan!" Diandra berdecih mendengar pernyataan Rajendra. "Terus? Apa yang

