Shanum melangkah menuju balkon kamarnya. Udara malam ini terasa begitu dingin hingga menusuk tulangnya. Kedua tangan Shanum gunakan untuk mengusap kedua lengannya. Kedua mata menatap langit yang penuh dengan bintang-bintang yang bertaburan. Shanum menghela nafas panjang. Saat ini, kepalanya tengah dipenuhi tentang pembicaraannya dengan Jasmine beberapa hari yang lalu. Ya... selama satu minggu ini, Gavin maupun Shanum sudah tak lagi mengungkit masalah Jasmine. Mereka seakan sengaja untuk menghindari hal yang berhubungan dengan Jasmine. Tapi meskipun begitu, Shanum tak bisa melupakan kata demi kata yang Jasmine katakan waktu itu. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku tau, kalau Mas Gavin sangat ingin mengetahui makam Mbak Yasmin. Tapi, Mas Gavin menahan keinginannya itu. Shanum mera

