Gavin pergi kemana sih? Kenapa dia malah ninggalin aku disini sama Vino! Jasmine terlihat sangat kesal, karena sudah setengah jam lebih Gavin keluar dari ruang rawat inapnya dan tak kembali lagi. Dirinya benar-benar tak ingin satu ruangan dengan Vino. Pria yang sudah merengut kesuciannya, menjadikan dirinya sebagai penghangat ranjangnya, dan telah membunuh anaknya yang bahkan belum ia ketahui kehadirannya. Pintu di ketuk dari luar, hingga membuat Vino dan Jasmine mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu. Ternyata seorang perawat yang masuk ke dalam ruangan itu sambil mendorong troly yang diatasnya terdapat makan siang untuk Jasmine. “Terima kasih, Sus,” ucap Vino sambil menerima piring makan siang Jasmine. Suster itu menganggukkan kepalanya sambil meletakkan buah dan segelas minuman

