Yumna menatap sahabatnya yang saat ini tengah duduk termenung di kursi yang ada di terasnya. Sahabatnya itu masih saja diam dan itu membuatnya semakin bingung. “Shan, kenapa kamu malah murung gini? Seharusnya kamu bahagia dong, karena apa yang kamu inginkan akhirnya terwujud. Sekarang kamu tengah hamil anaknya Gavin.” Shanum menghela nafas, “aku bahagia, Na. Tapi, yang membuat aku sedih, kenapa aku hamil disaat pernikahanku sama Gavin sedang dalam masalah. Aku hanya gak ingin anakku menjadi korban dari keegoisan kami berdua,” ucapnya sambil mengusap lembut perutnya yang masih rata. Yumna sudah mendengar tentang Shanum yang meminta cerai dari Gavin. Ia tak tau harus berbuat apa, karena dirinya tak berhak untuk ikut campur terlalu jauh. “Shan, kamu yakin dengan keputusan kamu itu?” Shan

