Keesokan paginya, Shanum dan Gavin sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, karena rencananya mereka akan berangkat ke Surabaya langsung dari kantor. Urusan kantor, Gavin serahkan kepada Dikta yang tak lain adalah asisten keduanya. Ia sengaja mengangkat Dikta sebagai asisten keduanya untuk keadaan darurat seperti sekarang ini. Dimana dirinya, Fernandes, dan Rita harus pergi untuk mengurus pekerjaan yang harus segera mereka selesaikan secepatnya. “Sayang, kamu yakin Yumna gak bisa ikut sama kita? Fernandes pasti kecewa nanti,” ucap Gavin sambil terus menyetir dengan tatapan mengarah ke depan. Wajah istrinya saat ini memang terlihat sangat cantik, tapi Gavin harus tetap fokus menatap ke depan. Ya... meski kadang ia melirik ke samping untuk melihat wajah cantik sang istri tercinta.

