***Reya POV*** . . . . Sudah sekitar tiga puluh menit yang lalu aku tiba di bandara setelah kurang lebih dua belas jam penerbangan dari Korea ke Indonesia. Aku masih menunggu Dwi sahabatku yang mengatakan akan menjemput. Sedikit terasa lelah setelah lebih dari sepuluh jam perjalanan udara yang ku lalui. Aku duduk di bangku tunggu. Semalaman juga sama sekali tak bisa tidur. Aku tak bisa berhenti memikirkan bagaimana kondisi papa saat ini. Pikiranku terus membayangkan apa yang saat ini terjadi di Indonesia. Apalagi Raya tak menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya padaku. "Reyaa," sapaan seseorang cukup mengagetkanku yang tengah melamun. "Danish?" Jujur cukup terkejut melihatnya berdiri di hadapanku kini. Bukankah hari ini aku harusnya dijemput Dwi? Kenapa harus Danish yang menggan

