Chapter 22

1482 Kata

“Tak ada yang lebih berantakan dari daun-daun yang berguguran, ada yang kurindukan selalu melihat senyummu yang membuat aku kecanduan” ———————— Tidak terasa sudah satu bulan Rere dalam keadaan koma, semuanya selalu bergantian untuk menjaganya tetapi Rere tetap tak kunjung sadarkan diri walaupun kondisinya sudah stabil. Andria semakin hari terlihat semakin kurus, tulang pipinya sudah terlihat menonjol akibat dia tidak mau makan. Suaminya juga sudah kehabisan akal untuk membujuk Andria agar mau makan, begitu juga Azzam dan istrinya mereka juga bingung harus melakukan apa lagi. Tetapi kenyataan memang berbeda dengan apa yang kita harapakan, keadaan terkadang tidak sama dengan suasana yang sedang kita rasakan. Amira, dia telah tiada sejak tiga hari yang lalu. Keluarga Rere tidak bisa berbu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN