Danissya POV Masih kudengar isak tangis Ka Arsya setelah aku baru saja menjalankan persalinan. Tak henti, ia menciumi tangan, pipi, serta keningku. Air matanya tak henti mengalir begitu anak perempuan kami baru saja selamat kulahirkan. Aku yang masih tak ada tenaga untuk berbicara apapun, hanya mampu memberikan senyumku kearahnya. "Kuat. Istriku kuat." Katanya mencoba menguatkanku. Jujur saja, sejak pembukaan pertama rasanya aku ingin menyerah untuk melaksanakan persalinan normal. Namun, Ka Arsya selalu bicara jika aku wanita kuat. Rasanya aku tak ingin mengecewakan dia. Bisa kulihat wajah bahagia Ka Arsya begitu anak kami hadir diantara kami. Rasanya semua rasa sakit yang aku rasakan selama persalinan menjadi hilang begitu saja begitu anakku sudah berada di dalam pelukanku. Tak ada keb
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


