Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, Dia harus bangun dari tidurnya . Berat sekali aku membuka mataku. Kenapa kelopak ini begitu rekat menutup. Sudah kucoba berulang kali menjaga kesadaranku. Tapi adegan-adegan tak karuan berulang kali datang dan pergi berganti cerita. Sebentar cerita tentang rumah yang damai dan hangat tempatku bersesak-sesak bersama delapan anak lain, di rumah ibu Ratija. Lalu berganti tentang hiruk pikuk pekerjaan kantor. Wajah Kamila dengan cara senyumnya yang menyeringai, menampakan taringnya yang belum pernah aku lihat. Dia duduk di pangkuan pak Jan di ujung meja. Dengan kostum kantor super seksi, super ketat. Ini pasti tidak benar. Ini tidak nyata! Aku menggelengkan kepala berulang kali. Menghalau gambar

