Bersatu menjadi satu

1443 Kata

Tegar mengatakan keinginannya secara terang-terang dan jika Aisila menolaknya, apa nanti Tegar akan kesal padanya karena sejujurnya ia belum siap. Tapi ia juga tidak bisa terus begini menunda, apalagi ia tak perlu merayu seperti dulu karena sekarang Tegar tiba-tiba menginginkannya. Aisila menelan ludahnya karena sulit untuknya menolak saat ini dan ia memang sangat menyukai Tegar. "Kalau kamu mau, aku juga mau Mas..." ucap Aisila dengan wajahnya yang merah padam. Tegar meletakkan segelas air yang telah ia minum itu diatas bufet dan ia mendekati Aisila, lalu ia duduk diranjang tepat disamping Aisila. "Aku belum pernah berhubungan sama siapa pun, hmmm...aku takut Mas," jujur Aisila. Tegar mengangkat sudut bibirnya ia seperti ingin segera menerkam mangsanya saat ini juga, karena mangsany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN