Maaf saya

1262 Kata

Tegar menatap Erwin dengan dingin dan ia paling tidak suka orang yang memihak orang yang salah apalagi beberapa dari mereka seolah ingin segera menyingkirkan ia dan Aisila dari ruangan ini. Erwin menatap Tegar dengan tatapan tajam, sejak istrinya menikah dengan Tegar tidak pernah sekalipun Tegar menganggapnya mertuanya bahkan ia mengatakan kepada almarhum putrinya itu untuk memutuskan hubungannya dengan dirinya, jika masih mau menyandang nama sebagai Nyonya Tegar. "Berani sekali kalian menentang saya, kalian mau tahu siapa pemilik saham dua puluh persen yang kalian cari, saya adalah pemiliknya yang asli," ucap Tegar dan sosok Bumi masuk kedalam ruangan sambil membawa berkas yang ada ditangannya. Mereka semua berdiri saat melihat Bumi, ya dua bulan lalu muncul sebagai pewaris utama Baran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN