Rahma sudah kembali ke kamar hotel, satu hari lagi dia sudah pulang dari sini. Dia letakkan beberapa belanjaannya dari Malioboro tadi di lantai, dia cukup banyak belanja tadi, ada souvenir untuk oleh-oleh teman-teman ngajarnya, beberapa camilan, dan pakaian batik dan kaos khas Jogja untuk Alif. Hari sudah jam sebelas malam lebih, dia baringkan tubuhnya di kasur extra hotel, dua rekannya sudah terlelap, diapun mencoba memejamkan mata. Tergiang di telinganya perkataan Fauzan tadi. "Rahma, bisa tidak kita menjalin hubungan seperti dulu lagi?" "Apa?" kata Rahma terkejut "Kau juga sudah sendiri, aku akan menyayangi anakmu seperti anakku sendiri," ungkap lelaki itu "Tapi, aku belum bercerai dengan suamiku," entah kenapa Rahma mengatakan demikian, mungkinkah Rahma masih ragu terhadap lelak

