Romi melangkahkan kaki ke kantor pusat, sebenarnya dia malas menjejakkan kaki di kantor ini, kantor perusahaan yang sudah dirintis Papa tirinya, membuatnya tidak nyaman. Romi lebih suka bekerja di perusahaan yang dirintisnya bersama Bastian, walaupun perusahaan itu masih kecil, penghasilannya juga belum besar, namun merintis sendiri usaha itu rasanya beda, ada kepuasan tersendiri. Diapun bekerja sesuka hatinya mengeluarkan ide dan gagasan, dia memikirkan resiko, jika dia bangkrut dia hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri, tapi di sini? Tanggung jawab itu pada orang banyak, terutama para pemegang saham. Akan tetapi dia tidak bisa mengabaikan permintaan Papa Sagala, walaupun hanya Papa tiri, namun Romi cukup hormat dan menyayangi laki-laki itu. "Kalau bukan kau yang menggantikan Ba

