"Bundaaa!" Pekik Alif untuk kedua kalinya memanggil Rahma. "Oh, iya sayang? Ada apa?" tanya Rahma gelagapan tersadar dari lamunan. "Apa benar, Om ini Ayah kandung Alif?" tanya Alif histeris membuat Rahma terkejut. "Om memang akan menjadi Ayahnya Alif, sayang," kata Fauzan bicara selembut mungkin agar diakui sebagai ayah yang baik. "Jadi? Om Ayahnya Alif? Ayah macam apa itu menelantarakan anaknya selama sembilan tahun, tiba-tiba muncul ngaku suami Bunda dan ngaku-ngaku ayahku," kata Alif setengah berteriak. "Alif! Kamu salah paham sayang," kata Rahma menjelaskan. Tiba-tiba Alif membanting sendok garpu dan berlalu .... "Alif, mau ke mana?" tanya Rahma cemas. "Gak tahu apa sudah Azan Magrib, ya mau salat lah ...," kata anak itu masih bernada ketus. "Ya Allah ... ya Sudah, Mas. Mendin

