69 -Melepasmu

1847 Kata

Una tiba di rumah Keen di saat yang tepat. Keen baru saja mengunci rumahnya. Dengan tas ransel tercangklongan di lengan kanannya. Una langsung berlari. Menubruk punggung Keen dari samping kiri. Ia bahkan memasukkan kepalanya ke ketiak Keen. "Eeh...!" kaget Keen. Apa Una segitu kangennya sama baunya. Tapi Keen selama ini gak merasa bau kok "Enak,yah Na ngendus bagian situ?!" godanya. Una gak peduli. Ia semakin mendusel kepalanya merapat ke ketek Keen. "Hihihi... Aku geli, Sayang!" rancau Keen sedikit menolak. "Kamu mau pergi?!" tanya Una keluar dari tempat persembunyiannya. Keen langsung mengelus pipi Una lembut "Iyah, Sayang!" "Gara-gara aku marah?!" tebak Una Keen melihat raut penyesalan di wajah Una. Ia langsung tertunduk. "Iyah, aku akan pergi dari kamu. Mungkin itu yang terbai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN