Liam masuk ke kamar pengantin, semula ia mengira tak ada siapapun di sana. Tapi ternyata ada Gwen yang sedang duduk di pinggir ranjang "Aahhkk... Maaf!" desisnya berniat kembali keluar. Gwen berdiri. Ia juga tak enak karena semenjak sampai Jakarta saja Liam sudah mengalah dengan tidur di kamar Gendis. Sebenarnya ia malu pada dirinya sendiri. Ia yang telah hamil sebelum menikah, membuat Liam tak ingin menyentuhnya. Kini, hanya tersisa penyesalan akan kelakuannya dahulu. "Aku ajah yang keluar, Mas. Mas pasti mau ganti baju'kan?!" cicit Gwen dengan wajah lemas. Ia mengatakan itu karena baju-baju Liam juga sudah di masukkan ke lemari kamarnya. Liam tertunduk. Lelaki itu bukannya tak tahu tatapan kecewa istrinya. Tapi diantara mereka belum sampai pada pernikahan resmi di mata agama. Haruska

