97- Bertemu lagi

1758 Kata

"Cari Dokterlah!" sahut Denise. Malik menggeleng. Gak... Gak... ini gak bisa. Cewek ini gak boleh berkeliaran di kampus ini. Bisa jadi contoh yang gak baik nanti. "Kita bicara di sana saja!" tunjuk Malik ke bangku taman yang tepat di bawah pohon tertutupi rindangnya dedauan "Boleh!" lirih Denise setuju "Amel... Saya akan menjelaskannya lagi nanti,yah. Tapi saat ini saya ada tamu" "Tapi, Pak!" Amel terlihat berat merelakan dosen idamannya mengobrol sama cewek lain. Terlihat dari bibirnya yang cemberut. Denise hanya tersenyum kuda sambil menatap berani ke Amel. Kalau ia mau memenangkan Malik ia harus berani pasang badan dari semua fans-fansnya Malik bukan Sampai mereka di bangku taman, tanpa di minta Malik membersihkan bagian yang mau di duduki Denise, baginya ini adab seorang laki-lak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN