Beberapa minggu pun berlalu setelah kemunculan virus Reinka-99 yang berawal di negara kediaman Sakti, saat Sakti bersama teman-temannya, yaitu dengan Yoland, Anata, Rico, dan Pom terus berjuang membasmi virus melalui game ciptaan mereka, tiba-tiba mereka menjumpai karakter lain yang ikut bermain di dalam game ciptaan mereka itu.
"Pemainnya semakin bertambah, setelah waktu itu kita bertemu seorang pemain misterius," gumam Yoland.
"Sekarang aku bingung harus menunjukkan perasaanku. Apakah aku harus merasa senang ketika game ciptaan kita ini laku? Atau sebaliknya?!" sahut Rico.
"Bukankah seharusnya kita senang bahwa game ciptaan kita ini menjadi terkenal dan banyak orang yang memainkannya?!" tanya Pom.
"Tapi, jika game ciptaan kita menyebar luas dan digunakan oleh semua orang, maka membuat virus Reinka-99 lebih mudah menyebar," sahut Yoland.
"Ditambah lagi dengan kekhawatiran kita jika ada seseorang yang menyadari bahwa virus Reinka-99 bisa dikendalikan dan digunakan untuk sesuatu yang tidak baik," tambah Rico.
"Ketua dan Rico benar, tapi Pom juga benar. Seharusnya kita senang karena game ciptaan kita bisa dikenal oleh banyak orang. Kemudian satu lagi, jika semakin banyak orang yang ikut bermain di dalam game ini, maka semakin banyak orang juga yang ikut berpartisipasi membasmi virus Reinka-99. Bukan begitu?" ucap Sakti.
"Kalau begitu, daripada kita diam, sementara para pemain lain berjuang mengalahkan virus, maksudku monster, sebaiknya kita juga berjuang mengalahkan monster lain yang mungkin pemain lain belum bisa mengalahkannya!" ajak Anata.
"Anata benar...." sahut Sakti semakin merasa bersemangat.
"Baiklah, ayo!" seru Yoland.
Sakti, Yoland, Anata, Rico, dan Pom pun melanjutkan perburuan mereka di dalam game bernama Battle Network ciptaan mereka yang saat ini sudah banyak pemainnya, meskipun orang lain tidak tahu bahwa monster yang mereka hadapi adalah sosok lain dari virus Reinka-99 yang sangat membahayakan di jaringan internet.
Saat sedang berburu virus Reinka-99, tidak sengaja Sakti memikirkan suatu rencana, "Bagaimana kalau kami membuat event besar dengan tujuan untuk mengalahkan monster sebanyak-banyaknya?!" gumam Sakti.
Sakti pun menghentikan permainannya dan seketika beranjak berdiri sehingga membuat teman-temannya menjadi heran dengan tingkahnya.
"Kau kenapa, Sakti?!" tanya Yoland heran.
Sakti menghela nafas dan menghembuskannya perlahan, "Teman-teman, aku punya rencana." Sakti tersenyum menang.
"Rencana apa?!" tanya Rico sembari menoleh ke arah Sakti yang berdiri di sampingnya; Anata dan Pom pun ikut menatap ke arah Sakti yang terlihat begitu yakin dengan suatu rencana yang akan dia katakan.
"Atas nama kita, yaitu sebagai Game Master di dalam Battle Network, bagaimana kalau kita mengadakan event besar-besaran di dalam Battle Network yang misinya adalah memburu monster sebanyak-banyaknya?" ucap Sakti memberitahukan rencananya.
"Aku rasa itu adalah rencana yang sangat efektif," ucap Rico bangga.
"Lalu, bagaimana kita bisa membuat event ini terlihat menarik untuk semua pemain?" tanya Yoland.
"Kita berikan mereka hadiah jika monster yang berhasil diburu mencapai jumlah tertentu, dan semakin banyak jumlah monster yang berhasil diburu maka semakin besar juga hadiah yang mereka dapatkan," jawab Sakti.
"Lalu, hadiah apa yang akan mereka dapatkan?" tanya Anata.
"Item langka. Aku rasa ini hadiah yang cukup menarik untuk memaksa para pemain agar ikut berpartisipasi di dalam event," jawab Sakti lagi.
"Baiklah, aku yang akan mengurus hadiahnya," sahut Rico.
"Rico, bisakah aku request dalah satu item yang nanti akan didapatkan pemain?" tanya Pom.
"Apa itu?!" tanya Rico menoleh ke arah Pom.
Pom tersenyum lebar dengan menunjukkan giginya yang rapat, "Tombak tiga cabang milik dewa...."
"Poseidon..." pungkas Anata kesal.
"He...." Pom kembali tersenyum lebar sambil menggaruk bagian belakang lehernya.
"Sudah aku duga!" ucap Rico ketus.
"Aku juga sudah menduganya," tambah Sakti.
"Baiklah, sekarang juga aku akan membuat program untuk eventnya." Rico menekan shortcut yang membuatnya keluar dari permainan lalu bersiap untuk membuat program yang nantinya akan menjadi sebuah event besar dengan tujuan perlombaan berburu monster di dalam game Battle Network.
"Selagi menunggu Rico membuat program untuk event, sebaiknya kita lanjutkan perburuan virus!" seru Sakti bersemangat.
Yoland mengangguk mengiyakan, kemudian diikuti oleh Anata dan Pom yang juga ikut mengangguk mengiyakan.
"Apakah ada usul lagi item apa yang akan dijadikan sebagai hadiah?" tanya Rico sembari membuat program event.
"Aku!" seru Anata.
"Apa item yang ingin kau usulkan?" tanya Rico.
"Sebuah cermin yang jika pemain memakai item ini, maka dia memiliki kemampuan untuk memantulkan serangan," ucap Anata.
"Hah! Itu sebuah item yang sangat sulit dibuat..." sahut Rico lemas.
"Tapi, aku ingin itu!" ucap Anata memaksa.
"Iya, iya...." Rico mendengus pelan, "Ketua, Sakti, bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Rico.
"Kalau aku terserah kau saja, Rico. Yang penting item itu berguna untuk memudahkan para pemain berburu monster," jawab Sakti.
"Aku juga, item apa saja, asalkan itu memiliki fungsi yang memudahkan para pemain, aku pasti setuju," ucap Yoland.
"Baiklah..." Rico tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaannya membuat program untuk event.
Setelah beberapa jam berlalu ketika Sakti, Yoland, Anata, dan Pom berburu virus yang berwujud monster di dalam Battle Network, Rico akhirnya selesai membuat program event yang sejak tadi dia lakukan sendiri.
"Aku sudah selesai membuat programnya," ucap Rico sembari menekan tombol enter pada keyboard di depannya.
"Baiklah, sekarang juga akan kita umumkan event besar ini!" seru Sakti penuh bersemangat.
Yoland mengangguk.
"Baiklah...." Rico pun mulai menyebarkan pesan kepada seluruh pemain.
[Yuuhuu! Para Player, Apa Kalian Menikmati Permainannya? Jika Iya, Sekarang Juga Kami Ingin mengadakan Sebuah Event Besar-besaran. Kalian berminat? Kalian Bersemangat? Silahkan Kalian Periksa Ikon Baru yang Berada di Layar Monitor Kalian, tepatnya di Bawah Bar Status Karakter Kalian. Berpartisipasilah dan Dapatkan Item-Item Langka!]
Saat itu juga semua pemain yang aktif segera memeriksa event apa yang sekarang diadakan oleh Game Master.
"Wah! Hadiahnya sangat menarik!" seru seseorang dari tempat berbeda yang tampak sedang duduk di depan komputernya sembari menatap layar monitor tepat di dalam sebuah kamar.
"Aku harus mengikuti event ini, apalagi dengan hadiahnya yang bisa aku dapatkan hanya dengan mengalahkan sepuluh monster dan kelipatannya," ucap seseorang lagi dari tempat yang berbeda pula.
Ternyata seluruh pemain sangat antusias dan semuanya pun ikut berpartisipasi dalam event yang diadakan oleh Sakti dan teman-temannya.
"Yeah! Baru saja event ini dimulai, aku sudah berhasil mengalahkan empat puluh monster!" ucap seseorang yang duduk di depan komputer sambil bermain game Battle Network. "Item-item ini sangat berguna untuk mengalahkan monster yang status levelnya lebih tinggi dari levelku saat ini, mungkin suatu saat nanti aku bisa mengalahkan monster dengan status Hidden Level yang sangat sulit dikalahkan itu!"