Sakti merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamar. "Apa benar tadi itu adalah bug?! Apa mungkin itu karena ponsel yang ku gunakan tadi memang lemot ?!" pikir Sakti, "Ah tapi, Yoland juga melihatnya," pikir Sakti lagi. Tok... Tok... Tok.... "Kalau bukan ibu, pasti ayah yang mengetuk pintu... Ah, biarkan saja... Lagipula pintunya juga tidak aku kunci," gumam Sakti seketika menoleh menatap pintu kamarnya. Tok... Tok... Tok.... "Pssstttsss.... Sakti...." Terdengar suara bisik mendesis dari ayahnya Sakti yang ternyara berada di balik pintu kamar. "Ayah?!" gumam Sakti dengan raut wajah malas untuk beranjak bangun dari tempat tidurnya. JLEK.... "Sakti...." bisik Pak Edwan setelah membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Sakti. Sakti mengangkat kepalanya memberi isy

