68. Penasaran Terungkap

1051 Kata

Sakti merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit kamar. Kedua matanya masih enggan untuk menutup karena di pikirannya terus terlintas tentang sebuah item pedang misterius di pulau kecil itu. Semakin Sakti memejamkan matanya, bayangan pedang hitam misterius itu semakin jelas terlihat dalam pandangannya. Suasana malam semakin terasa ketika telinganya hanya mendengar suara jangkrik malam yang saling bersahutan. Sakti membuka mata dan beranjak duduk seketika. Kedua keningnya mengerut, pikirannya menahan rasa penasaran di hatinya tentang item pedang misterius itu. Sakti menghela nafas sejenak kemudian menatap ke arah jam dinding yang berada tepat di atas meja dan layar monitor komputernya yang menunjukkan pukul setengah dua dini hari. Sakti menyeret matanya ke bawah tepa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN