Klien Baru

1172 Kata

Bening duduk di meja kerjanya, jemarinya bergerak cepat mengetik laporan dengan fokus penuh. Rambutnya diikat rapi ke belakang, kacamata baca bertengger di hidungnya, dan di sampingnya ada secangkir kopi hitam yang sudah setengah habis—pertanda dia telah bekerja sejak pagi buta. Sejak kejadian di Lombok, Bening memang sengaja menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Semakin sibuk, semakin sedikit waktu untuk memikirkan Galang. Semakin banyak project, semakin mudah dia mengabaikan rasa sakit di dadanya setiap kali dia pulang dan melihat suaminya tidur sendirian di sofa. Tapi pagi ini, ada yang berbeda. Ketukan pintu ruangannya terdengar, diikuti suara Naira—sekretaris Papanya. “Mbak Bening, ada klien baru yang ingin berkonsultasi langsung. Dia sudah membuat janji dengan Pak Yusuf, tapi P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN