Roller Cooster Emosi Galang

1469 Kata

Setelah perdebatan di showroom furniture dengan Genta, sikap Galang berubah semakin aneh. Bukan hanya tatapannya yang semakin mecum setiap kali melihat Bening, tetapi juga perilakunya yang kian sulit ditebak—kadang terlalu perhatian, lalu tiba-tiba dingin dan penuh aturan—hingga tanpa sadar membuat Bening kehabisan akal. Contohnya pagi ini, Bening baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut masih setengah basah ketika Galang muncul di depan pintu kamar, menyodorkan handuk kecil. “Pakai ini,” katanya. Bening mengernyit. “Lah, itu kan handuk muka Mas.” “Rambutmu menetes ke lantai. Nanti licin, kamu bisa terpeleset,” jawab Galang. Bening menurut, meski heran. Baru dua langkah berjalan, Galang sudah menegurnya lagi. “Jangan jalan tanpa sandal.” Bening berhenti. Menoleh perlahan. “Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN