LIMA PULUH SATU

1830 Kata

Menjelang tidur Aruna membuka ponselnya, membalas beberapa pesan masuk yang datang dari teman-temannya dengan nomor telepon baru kemudian mencari kontak Hara di sana. Ia ingin membuka komunikasi diantara mereka, tidak pernah ada masalah diantara keduanya, Aruna tidak mau hubungannya dengan Ahra memburuk setelah ia menerima kenyataan dan harus kehilangan Gending sebagai kakak iparnya. “Halo ….” suara di seberang sana terdengar pelan, setengah berbisik. Mungkin karena sudah waktunya istirahat. “Mbak …. selamat malam, maaf mengganggumu. Ini aku, Aruna.” Tidak ada jawaban, selama beberapa detik rasanya Aruna menahan nafas karena sangat gugup memulai obrolan ini. Namun kemudian sebuah isakan kecil terdengar, Aruna bisa menghembuskan nafas lega setelahnya. “Aruna …. maafkan aku ….” Entah ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN