Gyan duduk sambil menatap hampa dinding di hadapannya. Ia tidak sedang bermimpi saat ini, ia tahu dengan jelas soal itu. Dadanya sesak dan penuh, tenggorokannya nyeri, kakinya lemas, kepalanya sakit dan matanya panas. Pemandangan apa itu tadi? Aruna tidak pernah seperti itu. Dia begitu tenang dan terkendali, semua orang tahu. Tadi itu…. kenapa? Tubuhnya bergerak menggila dengan ekspresi kesakitan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Gyan ketakutan. Ia takut akan banyak hal, terutama soal Aruna. Pria itu duduk masih sambil memeluk tas istrinya. Aruna bilang di dalam ada uang tunai, dompetnya, ponsel dan barang pribadi yang lain. Gyan pelan-pelan membuka tas itu, Aruna tampak paling suka memakainya. Tiba-tiba mata Gyan berembun, ia tidak bisa melihat apa pun dengan jelas. Bagaimana rasa

