"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." —(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 185)— *** Kilau cahaya memenuhi kelopak matanya, guratan lembut terukir meski samar. Denting suara berisik dari alat-alat yang entah apa namanya, terus mengusik telinga kanannya. Seolah meneriaki dirinya untuk segera bangun. Tapi tunggu dulu, dia tidak ingin segera membuka matanya. Biarkan dia mengingat kembali semuanya, semua yang membawanya ke titik ini. Titik yang mungkin akan menjadi kilas balik hidupnya. “Pak, Khiya kritis! “ Farel terbelalak. Ponsel yang ada di genggamannya jatuh menghantam tanah dengan keras. Tapi Farel tidak peduli. Bola matanya bergerak cepat, seiring langkah yang mulai memburu cepat di atas aspal panas jalanan, mengabaikan nafas yang tidak seirama dan peluh yang terus mengalir menyusuri
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


