Insiden Magelang

1609 Kata

Naura terbangun dengan mata yang nyaris tak bisa terbuka. Dia masih mengantuk— tubuhnya terasa remuk akibat pergulatan panas dengan sang suami semalam. Saat dia melihat ke sebelah, ternyata suaminya sudah bangun lebih dulu, dan terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Naura— membuka selimut yang menutup tubuhnya. Dia telah memakai pakaian namun milik suaminya. Kemeja putih milik Dimas terlihat seperti daster ketika melekat pada tubuh mungilnya. Pintu kamar mandi terbuka— Dimas keluar dalam keadaan segar. Senyumnya pun merekah lebar tatkala kedua matanya bertatapan dengan mata sang istri. “Pagi, Sayang—” sapanya kemudian. “Seger banget ya,” sindir Naura. “Aku kayak Nenek-Nenek jompo. Mau gerak aja rasanya seperti patah semua tulangku,” keluhnya setelah berhasil menyanda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN