“Aku tuh gak marah, Ai. Semua pesan yang dikirim oleh Miss Ular hanya aku baca lalu hapus. Gak ada yang aku masukkan ke dalam hati. Lagian ya— aku tuh udah khatam masalah pelakor. Kamu gak lupa ‘kan jika Papa dulu juga digangguin sama wanita sejenis Nadira?” Panjang lebar Naura menjelaskan pada sang suami jika dirinya tidak termakan oleh bualan Nadira. Namun, Dimas masih tidak percaya. Malah meminta istrinya mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada dalam hatinya. Dimas ketakutan— takut Naura cemburu dan marah padanya. Pasalnya Dosennya sangat menyebalkan. Pantang menyerah meski ditolak secara terang-terangan oleh Dimas. “Sayang—” rengek Dimas sembari memeluk erat tubuh sang istri. Mereka baru saja menyelesaikan sesi bercinta. Masih dalam keadaan polos dan tertutup selimut tebal. “Btw, ap

