Seperti dugaan Pak Gio jika putrinya hanya makan bumbu sate buatannya. Sementara daging kelinci Dimas yang bertugas menghabiskan. Karena Naura tidak tega menyantap daging hewan menggemaskan itu. Susah payah Pak Gio membuat sate kelinci. Sampai harus membatalkan meeting dengan klien dan berpanas-panasan di depan panggangan. Tak hanya itu saja— beliau juga harus menyiapkan minuman segar yang terbuat dari rempah, yaitu serai dan buah lemon. Naura maunya serai yang baru diambil dari pohonnya, untuk itu Papanya terpaksa pulang ke rumah lebih dulu untuk mengambil tanaman itu di kebun Bundanya. Tak ada yang berani menolak permintaan Bumil— meskipun semua yang dimintanya hanya dicicip sedikit setelah itu ditinggalkan begitu saja. “Terima kasih, Papa— makan siangnya enak sekali,” ujar Naura

