Alhamdulillah, SAH!

1521 Kata

Tepat pukul 10 siang— keluarga besar Bagaskara beserta tamu undangan telah memenuhi tempat acara. Pak Gio, Dimas, penghulu dan kedua saksi telah duduk pada Meja yang akan digunakan sebagai tempat akad nikah. Semua orang kini tengah menantikan prosesi ijab qabul yang sebentar lagi dilaksanakan. Tinggal menunggu mas kawin yang diberikan oleh Dimas pada Naura. “Sudah siap semua?” Tanya Pak Penghulu setelah Putra menaruh kotak kaca berisi logam mulia seberat 100 Gram. Anggukan kepala semua orang yang ada di meja akad sebagai pertanda ‘iya’ atas pertanyaan penghulu. Penghulu bersiap— Dimas pun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan lirih. Mengusir rasa gugup yang mulai menguasainya. “Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau, saudara Dimas Mahendra Bagaskara B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN