Pagi ini Dimas bangun lebih dulu. Saat membuka mata dia melihat seorang gadis cantik masih bergelung dalam selimut hangat di sampingnya. Semalam tidurnya sangat nyenyak sekali. Pasalnya— sekarang dia memiliki guling yang bisa dipeluk dan dicium dengan sesuka hatinya. Bisanya Dimas selalu terbangun saat tengah malam. Entah itu karena mimpi buruk atau mendengar suara aneh. Namun, tadi malam pulas sekali tidurnya. Sampai tidak mendengar azdan subuh. Untungnya alarm milik Naura berbunyi nyaring. Jika tidak— mungkin dia akan subuhan di waktu duha. Diluar hujan turun semakin deras. Kilatan petir pun saling menyambar dan suara gemuruh terus terdengar menandakan hujan akan terus berlanjut hingga siang. “Mas—” panggil Naura dengan mata terpejam. “Jam berapa ini?” Tanyanya kemudian. “Bar

