Naura dan Najla tersenyum lebar kala melihat puluhan paper bag berjejer rapi di depan mereka. Isi paper bag tersebut yaitu gamis, tas, sepatu, sandal dan aksesoris pemanis hijab. Ada juga camilan namun tidak banyak karena hanya Naura yang membeli. Sementara Najla berkata sudah kenyang sehabis makan gudeg. Kedua ukhti sholehah itu diantar pulang terlebih dahulu— sementara Dimas dan Putra kembali ke kantor masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan. “Besok kita ke kampus pakai gamis couple ya. Em, tas dan sepatu juga. Biar kayak anak kembar,” pinta Naura riang gembira. “Memangnya kamu dibolehin ngampus sama Kak Dimas?” Tanya Najla. “Besok hanya satu mata kuliah. Jamnya pun siang jadi aman— gak bakalan mual dan muntah,” jawab Naura. “Mau naik motor kah? Soalnya debay gak suka diajak nai

