Sejak Tadi, Nadya Hanya Mengaduk - Aduk Asal Nasi Goreng Miliknya. Selain Tidak Bernafsu, Nadya Juga Sedang Banyak Fikiran. Kedua Belah Pihak Telah Setuju, Itu Artinya Pernikahan Akan Segera Di Laksanakan. Nadya Sedang Bingung, Bagaimana Caranya Untuk Memberitahu Semua Ini Kepada Temannya Dan Juga Andre Yang Statusnya Masih Menjadi Pacarnya Saat Ini.
“ Nadya, Nasi Gorengnya Di Makan Dong. Kamu Lagi Mikirin Apa Sih? Pasti Mikirin Nendo, Ya? “ Celetuk Lastri, Seketika Membuyarkan Semua Yang Ada Difikirannya.
“ Ih, Mamah Apaan Sih! Siapa Juga Yang Mikirin Dia. “ Nadya Bersunggut Sebal.
“ Kirain Kan, Secara Dia Ganteng Gitu. Pasti Kamu Lagi Kebayang - Bayang Wajah Dia Sampai Gak Nafsu Makan. “ Lastri Terus Saja Meledek Putrinya Itu.
“ Mamah…. Udah Deh Jangan Omongin Nendo Lagi. “ Entah Mengapa Sekarang Nadya Jadi Ikut Memikirkan Nendo, Ia Jadi Mengingat Tingkah Menyebalkan Nendo Kepadanya Tadi. Terlebih Lagi Saat Nendo Memujinya Cantik, Padahal Pujian Itu Sudah Biasa Baginya, Tapi Kenapa Ketika Nendo Yang Berkata Seperti Itu Jantungnya Tidak Bisa Berdetak Normal.
‘ Ah Ngapain Sih, Gue Jadi Mikirin Dia. ’
“ Mah, Pah. Nadya Lagi Bingung Nih. “ Ucapnya, Ia Terlihat Tak Bersemangat. Mungkin Karena Terlalu Banyak Hal Yang Ia Fikirkan.
“ Apa Yang Membuat Kamu Bingung, Sayang. “ Guntur Menyahut.
“ Sebentar Lagi Nadya Akan Menikah. Sudah Pasti Nadya Tidak Akan Bersekolah Lagi, Tapi Bagaimana Nadya Memberitahu Kabar Ini Kepada Sahabat Dan Pacar Nadya?“ Ucap Nadya Mengeluarkan Segala Yang Ada Difikirannya.
“ Sebaiknya Kamu Temui Dan Jelaskan Kepada Mereka. Sekalian Kamu Undang Mereka, Pernikahan Kamu Dan Nendo Akan Di Laksanakan Minggu Depan. Tadi Mamah Dan Tante Margarey Sudah Telefonan Membahas Acara Pernikahan. “ Lastri Nampak Semangat Sekali Jika Berkaitan Dengan Pernikahan Anaknya Itu.
“ Minggu Depan? ” Nadya Melotot, Ia Menyandarkan Tubuhnya Kasar Di Penyangga Kursi Yang Ia Duduki.
“ Cepet Banget Mah? ” Keluhnya.
“ Lebih Cepat Lebih Baik. “ Lastri Sangat Antusias.
“ Yang Mamah Kamu Bilang Itu Benar Nadya. Sahabat Kamu Pasti Akan Mengerti Kalau Kamu Jelaskan. Mereka Itu Kan, Teman Terdekat Kamu. Jadi, Tidak Ada Yang Perlu Kamu Sembunyikan Dari Mereka. Kalau Untuk Pacar Kamu… Ya Papah Tidak Bisa Berkata Apa – Apa. ” Ujar Guntur.
“ Lagi Pula, Dia Kan Baru Pacar Pah. Ngapain Sih Dipusingkan. ” Celetuk Lastri Yang Selalu Saja Membuat Nadya Jengkel Mendengarnya. Ibunya Itu Sangat Antusias Kepada Perjodohannya Kepada Nendo.
“ Yaudah. Nadya Pinjem Mobil Papah Dulu Ya, Mau Ketemu Sama Sahabat Dan Pacar Nadya. “
“ Yaudah Jangan Lama - Lama Ya! Hati – Hati. “ Guntur Melemparkan Kunci Ke Arah Nadya.
“Jangan Macam - Macam Ya Sama Pacar Kamu, Nadya! Sebentar Lagi Kamu Akan Jadi Istri Orang. ” Teriakan Lastri Tidak Digubris Oleh Nadya Yang Sudah Melangkah Jauh Keluar Rumah.
Setelah Menghubungi Temannya Untuk Bertemu Dengannya Di Sebuah Café, Nadya Segera Melajukan Mobilnya. Tidak Terlalu Lama, Akhirnya Nadya Sampai Juga Ditempat Tujuan. Di Sana Sudah Terlihat Kanya, Sevia Dan Juga Andre Yang Sudah Menunggu.
“ Nadya…. Akhirnya Lo Datang Juga. “ Teriak Sevia Ketika Melihat Kedatangan Nadya.
“ Hai? ” Sapa Nadya Dengan Senyuman Tipis.
“ Sayang, Kamu Kenapa Sih Kemaren Gak Ikut Liburan ! Sepi Tau Gak Ada Kamu. “ Ujar Andre Seraya Meraih Tangan Nadya, Dengan Perlahan Nadya Menarik Tangannya Dari Genggaman Andre.
“ Kenapa? ” Tanya Andre Tak Mengerti Dengan Sikap Nadya.
“ Gak Apa – Apa. ” Seulas Senyuman Yang Nadya Paksakan.
“Jadi, Kenapa Lo Nyuruh Kita Kemari? ” Tanya Kanya.
“ Ada Yang Pengen Gue Omongin Sama Kalian. ” Tiba - Tiba Nadya Menjadi Gugup, Ini Hal Yang Sulit Baginya Mengatakan Tentang Pernikahannya.
“ Apa ? ” Tanya Mereka Serentak.
Nadya Diam Sebentar Untuk Mengumpulkan Nyalinya Sampai Akhirnya Mulut Nadya Mengeluarkan Suara “ Gue Mau Nikah !”
“ Apa? Nikah? ” Teriak Mereka Bertiga Serentak, Hingga Membuat Orang - Orang Yang Berada Di Dalam Café Menoreh Kearah Tempat Duduk Mereka.
“ Ssst… ” Nadya Menyentuh Bibirnya Dengan Jari Telunjuknya Sendiri.
“ Kalian Bisa Gak Sih, Gak Usah Teriak Kayak Gitu. Malu - Maluin Tau Gak! ” Ucap Nadya Penuh Penekanan.
“ Gimana Kita Gak Teriak, Nadya! Kita Itu Kaget Banget Denger Kabar Kayak Gini Dari Lo? Sinting Lo Ya ! ” Sevia Menggeleng Tak Percaya.
“ Sayang, Kamu Tega Banget Mau Ninggalin Aku! ” Terlihat Sedikit Guratan Kesedihan Di Wajah Andre Ketika Mendengar Pacarnya Akan Menikah Dengan Orang Lain. Setelah Hampir Setahun Mereka Menjalin Kasih, Semuanya Terasa Sia - Sia.
“ Iya Nadya, Lo Gila Ya ! Kenapa Sih Lo Tiba – Tiba Mau Nikah? Apa Jangan – Jangan, Lo Hamil Diluar Nikah Juga Kayak Suci? Lo Mau Nikah Sama Siapa, Nadya? “ Kanya Bertanya -Tanya Tanpa Jeda Membuat Nadya Pusing Mendengarnya.
“ Gila Lo Ya! Gue Gak Mungkin Hamil Di Luat Nikah. Ini Semua Atas Permintaan Dari Orang Tua Gue! Mereka Menjodohkan Gue. Ya, Sebagai Anak Gue Nurut Aja Deh. “ Jawab Nadya Seadanya. Dia Tidak Merincikan Secara Jelas.
“ Terus Gimana Dengan Aku Nadya? Gimana Dengan Hubungan Kita? “ Andre Meraih Kembali Tangan Nadya, Kali Ini Gadis Itu Tidak Menarik Tangannya Seperti Tadi. Ia Membiarkan Tangannya Itu Digenggam Oleh Sang Pacar Yang Sebentar Lagi Akan Menjadi Sang Mantan.
“ Andre, Aku Itu Gak Cinta Sama Laki - Laki Yang Akan Nikah Sama Aku. Jadi, Aku Rasa Kalau Ada Waktu Luang Kita Masih Punya Waktu Untuk Berdua. Dia Gak Berhak Ngelarang Aku. “ Ujar Nadya Yang Ikut Menggenggam Tangan Andre.
“ Gue Mohon Sama Kalian Semua Untuk Menjaga Rahasia Ini. Jangan Sampai Terdengar Di Sekolah Berita Ini. Biarkan Mereka Semua Tau Kalau Gue Itu Pindah Sekolah, Bukan Menikah. “ Pinta Nadya. Kanya , Sevia Dan Andre Mengangguk Setuju.
“ Tapi, Sebentar Lagi Kan Kita Akan Ujian Nasional Nady. Kenapa Lo Gak Lanjut Sekolah Aja Dulu? ”
“ Entahlah, Itu Sudah Keputusan Orang Tua Gue. “ Nadya Menundukan Kepalanya.
“Jujur Gue Sedih Banget. Gue Gak Mau Menikah! Gue Masih Mau Seneng – Seneng, Tapi Gue Gak Bisa Bantah Perintah Orang Tua Gue. “ Mata Nadya Berkaca - Kaca.
“ Ah Nadyaku, Sayang. Sabar Ya, Lo Jangan Sedih. Tenang Aja Rahasia Lo Aman Sama Kita. “ Kanya Bangun Dari Duduknya , Berjalan Mendekati Kursi Nadya Lalu Memeluk Nadya. Sevia Dan Andre Juga Ikut Memeluk Nadya Dengan Hangat.
“ Kita Pasti Bakal Kangen Banget Deh Di Sekolahan Sama Tingkah Lo Yang Konyol! ”
“ Iya Nadya... Kalo Ada Waktu Please Hubungin Kita. Biar Kita Bisa Kumpul Lagi Kayak Gini. Lo Gak Boleh Lupain Kita! “
“ Iya - Iya Tenang Aja. Makasih Ya. Lo Semua Emang Sahabat Gue Yang Paling Terbaik! ” Nadya Tersenyum Bahagia Dalam Pelukan Sahabatnya.
“ Ngomong - Ngomong Calon Suami Lo Kayak Gimana? Ganteng Atau Enggak? ” Tanya Sevia Melepaskan Pelukannya.
“ Iya Nadya, Dia Gimana? Apa Jangan - Jangan Bewokan Ya? Kumisnya Tebel Dan Berkulit Hitam Ha Ha. ” Sahut Kanya Dilanjuti Tawa.
“ Udah Dong Jangan Bahas Calon Suaminya Nadya. Ada Gue Nih, Lo Pada Gak Mikirin Perasaan Gue Apa Ya. “ Gerutu Andre Memasang Wajah Melas.
“ Hmm… Lo Liat Aja Deh Nanti Gimana Calon Suami Gue. Makannya Datang Ya Ke Acara Pernikahan Gue. “ Ucap Nadya.
“ Kita Pasti Dateng Kok! “ Jawab Sevia Dan Kanya Bersamaan.
“ Gue Kayaknya Gak Dateng Deh. “ Andre Bersunggut Sebal.
“ Kenapa? “ Tanya Nadya Polos.
“ Kamu Fikir Aja Sendiri! ” Jawab Andre Ketus.
Nadya Hanya Diam , Ia Mengerti Betul Maksud Dan Perasaan Andre . Untuk Itu Nadya Memilih Tidak Melanjutkan Pembicaraannya Karena Tidak Ingin Membuat Andre Dan Dirinya Sendiri Bersedih . Setelah Berbincang-Bincang Cukup Lama , Nadya Memilih Untuk Pulang Karena Waktu Juga Semakin Malam .
*****
Hari - Hari Terasa Begitu Cepat. Sebentar Lagi Atau Bahkan Hanya Hitungan Menit Nadya Akan Menjadi Milik Orang Lain. Nadya Menatap Dirinya Di Depan Cermin. Gaun Putih Berkilau Indah Yang Dikenakannya, Di Tambah Riasan Dan Make Up Pengantin Semakin Membuat Dirinya Terlihat Sangat Cantik.
Pernikahannya Akan Berlangsung Di Rumahnya, Hanya Keluarga Dan Beberapa Tamu Pribadi Saja Yang Datang. Pernikahan Ini Tidak Digelar Dengan Mewah, Itu Semua Permintaan Dari Nadya Dan Beruntungnya Pihak Nendo Menyetujui Itu . Meskipun Begitu, Rumah Nadya Di Hias Sebagus Mungkin Agar Tamu Merasa Nyaman.
Nadya Masih Berada Di Depan Cermin, Memandangi Dirinya Sendiri. Padahal, Di Bawah Sudah Ada Para Tamu , Penghulu Dan Juga Nendo Beserta Keluarganya Sedang Menunggu Dirinya. Setelah Cukup Lama Memandangi Dirinya Sendiri, Nadya Berjalan Menuju Lemari Dan Membukanya. Ia Melihat Salah Satu Pakaian Yang Di Gantung . Tanpa Terasa Air Matanya Menetes , Ia Menjadi Bersedih Saat Memandang Seragam Putih Abu - Abu Miliknya Itu.
Nadya Menarik Nafasnya Dalam - Dalam Menahan Rasa Sesak Sekaligus Air Matanya Yang Sudah Siap Tumpah. Nadya Tidak Ingin Merusak Riasannya. Mendengar Ketukan Pintu Kamarnya, Nadya Segera Menutup Lemarinya Itu.
“ Nadya , Ayo Cepat Turun! ” Teriak Lastri.
“ I...Iya Mah. “ Dengan Langkah Gontai Dan Lututnya Yang Lemas, Nadya Mencoba Berdiri Tegak .
Nadya Keluar Dari Kamarnya Untuk Segera Turun Kebawah Di Dampingi Oleh Ibunya. Dibawah Sudah Sangat Ramai, Nadya Melihat Jelas Semua Itu Saat Menuruni Tangga Menuju Lantai Bawah. Di Sana Juga Ada Kedua Sahabatnya Yang Datang.
“ Ya Ampun, Calon Suaminya Nadya Ganteng Banget Ya! Kalau Kayak Gitu Sih Gue Juga Rela Deh Di Nikahin! ” Kata Kanya Yang Juga Hadir Dalam Pernikahan Sahabatnya Itu.
“ Iya . Gimana Ya Malam Pertama Sama Cowo Ganteng, Keren Dan Hot Kayak Gitu. Aduh Mimpi Indah Deh Nih Pasti Si Nadya. “ Sahut Sevia Yang Otaknya Sedikit Gesrek.
Nendo Terlihat Sedikit Gelisah, Saat Ini Di Hadapannya Sudah Ada Penghulu Dan Banyak Orang Yang Akan Menyaksikan Proses Akad Nikah. Jantung Nendo Berdetak Begitu Cepat, Ia Terlihat Sangat Gugup Karena Ini Adalah Salah Satu Moment Yang Penting Dalam Hidupnya. Ia Takut Melakukan Kesalahan. Kadar Ketegangannya Meningkat, Keringat Dingin Membasahi Dahinya.
“ Tenang Jangan Gugup ! Anak Papah Pasti Bisa. Semalam Kamu Juga Udah Hafalin Kan Nama Ayahnya Nadya. ” Bisik Albert Yang Duduk Di Sebelahnya.
“ Iya Pah. “
Kegelisahan Nendo Perlahan Memudar Setelah Melihat Gadis Cantik Dengan Gaun Yang Indah Begitu Memesona Turun Dari Tangga Dan Berjalan Ke Arahnya. Gadis Itu Menunduk Malu Saat Ia Menatapnya Dalam - Dalam. Nendo Tersenyum Lebar, Ia Meyakinkan Dirinya Sendiri Untuk Tidak Khawatir Dan Pasti Bisa Menjalankan Proses Akad Nikah Yang Singkat Namun Akan Terasa Berat.
Kedua Bola Mata Nendo Mengikuti Terus Kemana Gadis Itu Melangkah Sampai Akhirnya Duduk Di Sebelahnya. Nendo Begitu Terpesona, Ada Rasa Bangga Di Dalam Hatinya Karena Akan Memiliki Istri Yang Cantik Seperti Nadya.
‘ Ya Allah, Ini Cowok Ngapain Sih Liatin Gue Kayak Gini! Gak Tau Apa Jantung Gue Udah Hampir Copot! ’ Batin Nadya, Jantungnya Terus Saja Bergemuruh Medapati Nendo Yang Terus Saja Menatapnya, Bahkan Lelaki Itu Tidak Menggubris Pak Penghulu Yang Sejak Tadi Memanggil - Manggilnya Untuk Segera Melangsungkan Akad Nikah.
“ Nendo !!!”
“ Nendo !! Ayo Mulai Akad Nikahnya ! ” Albert Memukul Pelan Lengan Nendo Agar Tidak Melamun Memperhatikan Wajah Nadya.
“ Ah Iya Pah, Maaf. Ayo Kita Mulai. “ Jawab Nendo Sedikit Terbata - Bata. Terlihat Dirinya Begitu Semangat Memulai Akad Nikah.
Proses Akad Nikah Pun Dimulai, Semuanya Berjalan Lancar Dan Tidak Ada Kendala Sampai Akhirnya Pak Penghulu Berkata Ke Pada Semua Tamu Yang Datang “ Sah?”
“ Sah! ” Sahut Semua Orang Yang Berada Di Sana.
“Alhamdulilah! ” Ucap Nendo Penuh Syukur, Ia Bernafas Lega Karena Ternyata Ia Bisa Melewati Proses Yang Sangat Menegangkan Dengan Lancar. Nendo Menoreh Kepada Gadis Yang Sudah Menjadi Istrinya Saat Ini Yang Tak Lain Adalah Nadya. Ia Terlihat Hanya Diam Tak Bergeming, Tidak Seperti Dirinya Yang Terlihat Bahagia.
“ Ayo Dong Cium Kening Istrinya. Kan, Sudah Sah. Jadi, Gak Usah Malu – Malu. ” Ledek Pak Penghulu Mengundang Gelak Tawa Para Tamu Dan Juga Nend , Sedangkan Nadya Malah Sebal Mendengar Lelucon Dari Pak Penghulu Itu.
“ Gak Usah Pak Nanti Aja. Di Sini Terlalu Ramai! “ Ucap Nadya Asal, Lalu Ia Menoreh Ke Arah Nendo Meminta Persetujuan. “ Iya Kan Nendo? “ Tanya Nya.
“ Hah? ” Nendo Sedikit Terkejut Nadya Bicara Seperti Itu, Tapi Akhirnya Ia Memilih Untuk Mengangguk Saja. “ Iya Pak, Nanti Saja. “ Nendo Tahu Betul Bahwa Nadya Tidak Ingin Ia Cium. Dari Pada Membuat Gadis Di Sebelahnya Itu Semakin Bete, Jadi Nendo Mengiyakan Saja.
**
Setelah Berjam - Jam Menjalani Acara Akad Sekaligus Pesta Pernikahan Yang Cukup Melelahkan, Akhirnya Semuanya Berakhir Juga. Nadya Dan Nendo Merasa Sangat Letih Karena Sejak Pagi Hingga Sore Hari Mereka Habiskan Waktu Untuk Menyambut Tamu - Tamu Yang Datang.
Nadya Terlihat Begitu Bersedih Akan Berpisah Dengan Kedua Orang Tuanya Karena Dirinya Akan Tinggal Dir Umah Orang Tuanya Nendo Sesuai Dengan Kesepakatan Yang Telah Mereka Buat.
Sebelum Pergi Kerumah Nendo. Nadya Terlebih Dulu Menemui Orang Tuanya. Ia Memeluk Lastri Dan Guntur Sambil Menangis. Kini Dirinya Sudah Bukan Menjadi Anak Kecil Lagi Yang Akan Selalu Merepotkan Orang Tuanya. Mulai Besok Lastri Tidak Perlu Repot Membangunkan Nadya Untuk Sekolah, Menyiapkan Makanan Untuk Anaknya Itu Dan Memanjakannya Lagi.
“ Mamah…Papah…” Tangisnya Pecah Saat Kedua Orangtuanya Memeluk Nadya.
“ Selamat Ya, Sayang. Mamah Harap Kamu Jadi Istri Yang Baik. Mamah Yakin Seiring Berjalannya Waktu Kamu Akan Cukup Dewasa Menjalani Semua Ini. “ Tegas Lastri.
“ Sudah Jangan Menangis Lagi. Kamu Bukan Lagi Anak Kecil Yang Harus Papah Belikan Permen Dan Balon Biar Kamu Berhenti Menangis. “ Ucapan Guntur Membuat Nadya Tersenyum Meskipun Air Matanya Masih Mengalir. Jari Jemari Guntur Mengusap Air Mata Nadya.
“ Sekarang Kamu Ikut Suami Mu, Ya. “ Ucap Guntur, Ia Melirik Nendo Yang Berdiri Tidak Jauh Darinya.
“ Nendo.. Kemari Nak. ” Panggil Guntur, Lelaki Itu Berjalan Mendekati Guntur.
“ Iya Om, ” Kata Nendo Setelah Berada Di Dekat Guntur.
“ Eh, Kok Om Sih Panggilnya. Papah Dong. “ Ujar Guntur.
“ Oh Iya He He. Kenapa Pah? ” Nendo Terkekeh.
“Jagain Anak Papah, Ya. Jangan Sakiti Dia, Papah Percaya Kamu Lelaki Bijaksana Dan Baik. “
“ Siap Pah. “ Nendo Mengacungkan Jempolnya Dengan Semangat.
“ Yaudah Sanah Kamu Pulang Bersama Nendo. ”
“ Nadya Takut Pah. Nadya Disini Aja Ya, Sama Papah Dan Mamah. “ Rengek Nadya , Ia Menarik - Narik Baju Guntur Seperti Anak Kecil.
“ Heh, Ngapain Kamu Takut Sama Suami Kamu. Nendo Baik Kok, Dia Gak Galak. Iya Kan Nendo? “ Kata Guntur Berusaha Meyakinkan Putrinya, Ia Melirik Nendo.
“ Iya Nadya, Tenang Aja Aku Gak Akan Gigit Kok. “ Nendo Menampilkan Senyum Pepsoden Miliknya, Tapi Membuat Nadya Jengkel Melihatnya.
“ Papah…..”Rengeknya Lagi.
“ Eh, Udah Sanah Cepat. Tante Margarey Dan Om Albert Sudah Menunggu Di Mobil. “ Ucap Lastri.
“ Ayo Nadya , Kita Pulang. “ Ajak Nendo Yang Masih Menunggu Istrinya Itu Mau Di Ajaknya Pulang.
“ Ck, Iya - Iya Bawel! Daaah Mamah… Daah Papah. “ Nadya Menghentakan Kakinya Kesal Seraya Berjalan Keluar Rumah Mendahului Nendo.
Nendo Hanya Tersenyum Melihat Tingkah Nadya Yang Menurutnya Menggemaskan.
**
JANGAN LUPA KLIK TOMBOL LOVE NYA UNTUK MENSUPORT :)
“ Yaudah Mah, Pah Nendo Pamit Dulu Ya. ” Setelah Bersalaman, Nendo Mengejar Nadya Yang Sudah Keluar Rumah Menuju Mobilnya.