Rachel begitu senang saat Rio telah ditemukan, dia lalu ke rumah sakit untuk menjenguk Rio, Rachel tak hentinya menggenggam erat tangan Rio, sungguh dia benar-benar khawatir dengan keadaan Rio dia sedih karena wajah Rio babak belur padahal sebentar lagi mereka akan menikah. "Ya ampun Bagaimana bisa Wajahmu seperti ini?" ucap Rachel sembari mengusap bibirnya. Rio hanya tersenyum menatap Rachel, baginya berwajah seperti ini sudah biasa karena memang risiko pekerjaan, terkadang beberapa orang memang menantangnya begini, membuatnya tersiksa agar dia hancur. Tapi Rio orang yang tangguh, tidak hancur dengan mudah. Jadi Rio sudah terbiasa, sebenarnya Rio juga hanya pura-pura lemah karena dia Merencanakan hal ini kepada Matias, hanya saja Rio merasa Matias terlalu lama datang, tapi tidak apa-a

