Dalam keremangan lampu yang hanya bersumber dari atas nakas, dua insan manusia itu saling berpagutan. Joana yang telah terhanyut dengan kenikmatan yang diberikan oleh Adam, memberanikan diri melingkarkan sepasang lengannya pada leher Adam yang kokoh. Namun sayangnya tiba-tiba saja, seperti tirai kabut tebal yang menghilang, membuka pikiran dan mata Adam. Segera ia menarik wajahnya dan menatap wajah di hadapannya yang terkejut dengan sikap Adam. "Ada apa, Mas?" tanya Joana dengan suara serak. Pancaran gairah masih terlukis jelas di kedua matanya. Tanpa menjawab pertanyaan Joana, secepat mungkin Adam bangkit dari posisinya, lalu duduk di tepi tempat tidur dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya. "Mas..?" panggil Joana sekali lagi. "Apa yang baru saja aku lakukan?" desis Adam pilu.

