11

1040 Kata

Mata yang sejak tadi dipenuhi air mata menatap sosok di depannya dengan hati ketakutan. Bahkan rasanya untuk menelan saliva saja terasa sulit. Tanpa pikir panjang, Samantha langsung memeluk Adam. Mencari kenyamanan di dalam pelukan laki-laki yang bahkan tidak mencintainya. Mimpi itu, mimpi yang selama ini menghantuinya kembali muncul setelah beberapa terakhir tahun ini tidak pernah muncul lagi. Mimpi di mana hari ia melihat pengkhianatan Alex dengan kedua matanya sendiri. Dengan nafas terengah-engah dan sepasang mata yang telah dibanjiri air mata, Samantha meraih ponselnya dan segera menghubungi Adam. Entah kenapa hanya nama itu yang berada di dalam pikirannya. Tanpa bertanya, Adam mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Samantha. Lalu sebelah tangannya mulai mengusap dan mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN