Biasanya Adam terbiasa dengan mandi di tengah malam. Namun saat ini ia merasa malam ini lebih terasa dingin beberapa kali lipat dari biasanya. Aneh memang, tapi itulah yang dirasakannya saat ini. Alasannya tentu saja karena ucapan istrinya beberapa menit yang lalu. Meski Adam cukup tahu diri dan mengerti keinginan Samantha, tapi saat ini ia benar-benar merasa kecewa pada dirinya sendiri. Ia terlihat seperti laki-laki hidung belang yang menginginkan gadis muda. Demi Tuhan ia hanya menginginkan istrinya sendiri! Di mana letak kesalahannya? Dimatikannya keran shower itu, lalu Adam melilitkan handuk pada pinggangnya. Ia melangkah keluar kamar dan menemukan Samantha sudah tertidur pulas di atas tempat tidurnya yang mulai hari ini menjadi milik mereka bersama. Dalam diam Adam memandang Samant

