Aku tak bisa merelakanmu.

2016 Kata

Mata Clarissa terbelalak lebar. Bibirnya terkatup rapat dan bergetar. Jelas, dia melihat badai dalam mata Evander. Tidak, pria itu Revander. Ibu mertuanya mengatakannya bahwa nama pria itu Revander, bukan Evander. Tapi, kenapa pria itu memiliki paras yang sama dengan kekasihnya? Terlalu jelas dan mirip atau kah memang keduanya orang yang sama. Kenapa dia bisa berada dalam posisi sulit saat ini? Apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi situasi tak terduga seperti ini? "Tidak mungkin," batin Clarissa kalut. Sadar atau tidak, tatapan mata keduanya sama sekali tak terputus. "Evander, bagaimana bisa dia ada di sini?" sambungnya dalam hati. Dalam setiap langkah, setiap tatapan bahkan napas yang Revander hirup, semua terlalu menyesakkan. Awalnya rasa sakitnya tak begitu jelas, na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN