"Lepaskan!" Keenan tersenyum, dia bisa melihat Clarissa sangat hati-hati dengan semua hal yang dia lakukan. "Ayo bicara." Classa menggeleng, menolak semua hal yang akan Keenan minta. "Tak ada yang ingin kubicarakan!" "Tapi aku memilikinya," tukas Keenan lembut. Sangat pelan hingga seperti sebuah bisikan. "Kau benar-benar ingin menyimpannya?" Clarissa sedikit bingung namun dia terkesiap saat tangan Keenan dengan cepat memutar tubuhnya. Membuat tubuh rampingnya berputar dan tangan kekar itu dengan sigap menangkapnya dalam satu pelukan hangat. Tubuhnya yang tak seimbang membentur pintu dengan sangat lembut. Lagi dan lagi dia terkurung dalam kungkungan kedua tangan Keenan yang saat ini tengah tersenyum menatapnya dengan nakal. "Ka-kau-" Clarissa tak melanjutkan kata-katanya dan han

