Ketika sinar matahari masuk ke dalam kamar itu, Clara perlahan membuka matanya. Saat membuka mata yang pertama kali ia rasakan adalah pengar karena terlalu banyak minum, lalu menyadari bahwa ia ada di tempat yang asing. Clara menatap sekeliling kamar itu dan ia tidak bisa menebak ada di mana dirinya saat ini. "Aku ada di mana?" gumamnya. Ia mencari ponselnya karena ingin menghubungi William, tapi baterai ponselnya habis. "Sial!" dan ia menggerutu kesal. Di saat bersamaan, seorang wanita paruh baya membuka pintu kamar, lalu masuk, dan tersenyum pada Clara. Demi Tuhan. Clara tidak tahu siapa wanita ini. "Ternyata Anda sudah bangun. Silahkan keluar untuk sarapan. Saya sudah memasak sup untuk menghilangkan pengar Anda." Wanita paruh baya ini bicara pada Clara. "Kau siapa? Dan ada di mana

